Tahun 2017, Badan Amil Zakat Nasional Daerah Enrekang mempunyai beberapa program unggulan. Salah satunya adalah pembagian 1400 ekor kambing betina dan jantan kepada golongan masyarakat miskin yang tersebar di seluruh Desa yang ada di Enrekang. Sebelum ternak Kambing dibagikan, dilakukan seleksi ketat oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Enrekang.
“Sebelum dibagikan, kambing-kambing tersebut harus melalui seleksi ketat dari Dinas Peternakan dan Perikanan. Dan jika dinyatakan layak untuk dikembang-biakkan maka akan diberi tanda berupa nomor kode pada telinganya (eartag),” kata Pimpinan Baznas Enrekang, Ilham Kadir, Kamis (25/5/2017).
“Kami dari Baznas tidak ingin memberikan bantuan kepada golongan miskin dengan tidak serius,” sambungnya.
Menurut Ilham, Pemerintah sudah sering memberikan bantuan kambing kepada kaum miskin, hanya saja tidak banyak yang bisa bertahan hidup bahkan berkembang biak karena kambing bantuan tersebut tidak melalui seleksi dari Dinas terkait.
“Nah, kita tidak mau kesalahan itu terulang lagi. Apalagi dana yang kita pakai adalah dana zakat yang diperuntukkan bagi fakir miskin,” tegasnya.
Ada pun kambing yang diseleksi, Baznas juga bekerjasama dengan peternak dan pedagang.
“Semua kambing yang kita bagikan berasal dari Enrekang yang genetiknya adalah peranakan etawa dan sudah berumur sekitar 8-12 bulan dan tingginya 60 cm,” kata Doktor UIKA Bogor ini.
Ilham berharap dengan beternak kambing, golongan miskin dapat terbantu perekonomiannya. Minimal dapat mandiri dan bisa memenuhi kebutuhan dasar mereka. “Syukur-syukur kalau mampu berubah keadaan dari penerima zakat menjadi golongan yang mengeluarkan zakat,” tutupnya.
