Berita

BAZNAS ENREKANG KIRIM DUA PEMUDA ENREKANG KE BOGOR

Untuk yang pertama kali Badan Amil Zakat Nasional ( Baznas ) Enrekang mengirim calon Imam dan Muballiq ke Yayasan Islam Centre Wadi Mubarak Bogor. Komisioner Baznas Enrekang Baharuddin, Baznas melakukan kerjasama dengan Yayasan tersebut untuk mengantisipasi terjadinya krisis Imam Masjid dan regenerasi Da’i diwilayah Kabupaten Enrekang.

” Wadi Mubarak punya pengkaderan khusus Imam dan Dai, dalam kerjasama kami, setiap tiga bulan kita Akan mengirim calon imam Dan calon Muballig untuk Di latih selama tiga bulan jadi Imam Dan dai professional, yang kami kirim ke sana 2 sampai 4 orang.” Kata Bahar.

“Tahun ini kami usul  empat orang,  tapi ternyata yang lolos seleksi hanya 2 orang yaitu Irfan Sira dari Buntu Bantu Dan Mustaming dari Baraka.”Ungkap ketua Baznas bidang perencanaan, Baharuddin yang juga mendampingi kedua peserta sampai di wadi mubarak Bogor.

Menurut pihak Yayasan Ustadz Faisal, kerjasama keduanya akan terus dimaksimalkan. “.Pesantren kami saat ini membina banyak program,  antara lain, Pendidikan Imam dan Dai, guru sekolah Tahfis penghafal Alquran,  pendidikan Guru Tahfis PAUD, Bahkan tahun ini Resmi di buka Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin(STIU).” Kata Ustadz Faisal.

Ini adalah tindak lanjut kerjasama beberapa bulan lalu, Memorandum of Understanding (MOU) antara Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang dengan Yayasan Islamic Center Wadi Mubarak terkait pengentasan Baca Tulis Alquran (BTA), pembelajaran baca tulis, hingga hafalan Al-Qur’an. Ketua Baznas Enrekang Ilham Kadir MA, mengatakan saat ini animo masyarakat belajar mengkaji Dan menghafal Al Quran begitu besar,  sayangnya guru tutor yang professional Dan berkualitas itu masih kurang.

” Karena itu kita akan memaksimalkan kerjasama ini, dengan lembaga Lembaga kompeten dan konsen di bidang pengkaderan Imam, Dai,  guru guru tahfis,” Harapnya.

Alumni S3 Doctoral Ibnu Kaldum bogor ini mengatakan,  Baznas Enrekang tidak mengeluarkan biaya terlalu banyak, hanya biaya transfortasi dan akomodasi saja.

“Kita berharap lima tahun kedepan krisis  Imam dan Dai  serta buta Aqsara Alquran di kabupaten Enrekang tidak terjadi lagi”.tutupnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baznas Kabupaten Enrekang.

Copyright © 2018-2022 Baznas Kab.Enrekang. Support by Mandarweb.com

To Top