Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Enrekang, menggelar workshop organisasi di Pendopo Rujab Bupati, Senin (17/2/2020).
Acara mengangkat tema “peran dan startegi amil zakat dalam mewujudkan Enrekang sebagai kabupaten muzaki menuju semesta kebjikan zakat”.
Hadir dalam acara itu Bupati Enrekang, Muslimin Bando, Kepala Divisi Layanan UPZ Baznas RI, Faizal Qasim dan Ketua Baznas Enrekang, Mursyid Saleh serta jajarannya.
Pimpinan Baznas Enrekang, Ilham Kadir, mengatakan workshop kali ini dirangkaikan dengan pelantikan UPZ yang mencapai 191 orang.
Mereka terdiri dari 129 UPZ tingkat desa/kelurahan dan pengurus UPZ Kecamatan.
Menurut Ilham, tahun ini tahun terkahir periode masa kepengurusannya, maka komitmennya tahun ini adalah peningkatan SDM.
“Jadi masing-masing pimpinan sudah ikuti pelatihan amil yang betul-betul dianggap kompeten, agar harapan kita agar Baznas Enrekang bisa berkembang mengikuti Baznas Pusat,” kata Ilham.
Ilham berharap, para UPZ yang dilantik bisa bekera secara maksimal melayani masyarakat.
“Ini adalah bukti bahwa kita serius untuk kelolah zakat dengan baik berdasarkan kualitas SDM yang baik pula,” ujarnya.
Sementara Ketua Baznas Enrekang, Mursyd Saleh M, mengatakan tujuan adanya UPZ desa untuk memudahkan kinerja Baznas.
Karena kondisi geografis wilayah Enrekang memang agak sulit, jadi dibutuhkan personel untuk sampaikan data kepada Baznas terkait masyarakat yang butuh bantuan, sekaligus mengumpulkan zakat warga yang ingin berzakat.
“Saya yakin orang yang dilantik ini adalah orang yang punya kapabilitas dan kemampuan dalam pengelolaan zakat,” tuturnya.
Tak lupa, Ia berterima kasih kepada Pemkab Enrekang terkait penegakan Perda Zakat di Enrekang.
Apalagi karena telah disediakan anggaran untuk ada honorarium kepada UPZ kecamatan dan desa, mulai januari akan diberlakukan dan anggarannya sudah disiapkan.
