Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kabupaten Enrekang menggelar sunatan massal di SMPN 2 Anggeraja berdampingan dengan Lapangan Sepak Bola Malua, Kamis (20/2/2020).
Kegiatan itu dalam rangka memeriahkan dan memaknai Hari Ulang Tahun Kabupaten Enrekang ke-60.
Ada kurang lebih 40 anak yang sedang proses dan menunggu disunnat dalam sunatan massal tersebut.
Program ini terlaksana antara Baznas sebagai penyandang dana dan Pesatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) sebagai pelaksana dengan koordinasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang.
Hadir pada acara sunnatan antara lain Pimpinan Baznas Kabupaten Enrekang, Mursyid S Mallappa, Baharuddin, dan Ilham Kadir.
Baharuddin menyebut bahwa program ini diberi nama, Sunnat Ceria Peduli Dhu’fa’.
Hal itu, karena pihaknya menggunakan sunattron, jadi anak-anak itu disunnat tetap ceria dan tidak sakit.
“Image bahwa anak disunnat itu berdarah dan sakit akan sirna, mereka tetap ceria,” kata Baharuddin.
Hal senada juga disampaikan oleh Pimpinan Baznas lainnya, Ilham Kadir. Menurutnya, acara sunnat ini sudah berkali-kali kita adakan dan selalu banyak pesertanya.
“Ini saja yang masuk daftar ada lima puluh, tapi setelah dikroscek dan dilihat kembali datanya, kita saring dan mengambil yang benar-benar butuh dan miskin,” tegas Penulis Novel “Negeriku di Atas Awan” ini.
Selain itu, lanjut Ilham, kegiatan itu juga sebagai bentuk partisipasi dari Baznas, menunjukkan pada muzakki terutama para PNS.
“Bahwa zakat dan infak mereka benar-benar tersalurkan dengan tepat sasaran,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu anak yang akan disunat, Muhammad Ilyas (11) terlihat tenang.
Ia didampingi ayahnya Harun (50) yang berprofesi sebagai Petani, di Desa Bulan, Kecamatan Maluwa.
“Kami sangat berterima kasih kepada Baznas. Tidak menyangka bisa dapat bantuan, memang sudah waktunya anak saya disunnat, dan ternyata Baznas punya program seperti ini. Semoga Allah senantiasa memudahkan urusan Baznas,” tuturnya.
