Masri adalah penyandang disabilitas. Ia hanya mampu berbaring di atas tempat tidurnya. Tidak lagi bisa duduk dengan durasi lama. Semua kebutuhannya disediakan dan dibantu oleh ayahnya. Mereka hanya tinggal berdua di rumah panggung yang sangat sederhana.
Karena terus menerus dalam pembaringan selama bertahun-tahun, sehingga ia sudah tidak mampu lagi duduk.
“Semoga setelah mendapat kursi roda, Masri bisa membiasakan diri duduk dan bergerak,” kata Pimpinan Baznas Enrekang, Dr Ilham Kadir, ketika menyerahkan kursi roda.
Proses penyerahan diadakan di rumah tempat berbaring Masri, Batu Rape, Singki, Kecamatan Anggiraja, Kabupaten Enrekang, (12/5/2020).
Selain Dr. Ilham Kadir, hadir juga Pimpinan Baznas lainnya, Baharuddin.
Baharuddin memotivasi agar Masri bisa berdaya dengan kursi roda dari Baznas.
“Masri harus kuat dan optimis, berusaha agar bisa menggunakan kursi roda ini, insya Allah pasti bisa,” katanya.
Selain itu, Dr. Ilham Kadir berterima kasih kepada semua pihak, mulai dari komunitas difabel Enrekang yang memasukkan permohonan, sehingga para muzakki yang konsisten menyisihkan sebagian pendapatannya agar didistribusikan kepada mereka yang berhak.
“Masri adalah contoh masyarakat yang tidak berdaya, tapi dengan bantuan kita semua, maka ia akan bangkit melawan penyakitnya,” tegas Dosen Universitas Muhammadiyah Enrekang ini.
Masri sendiri sangat senang mendapat kursi roda. Sambil berbaring, ia mengucapkan terima kasih tak terhingga untuk Baznas.
“Terima kasih banyak Pak. Semoga Allah membalas semua ini. Saya sangat senang diperhatikan oleh Baznas,” ucapnya terbata-bata.
Walau memiliki keterbatasn fisik, Masri tetap menjalankan ibadah puasa dan tidak pernah teringgal menunaikan kewajiban shalat lima waktu.
