Dalam rangka mengantisipasi trauma berkepanjangan kepada masyarakat korban gempa Sulbar, Baznas Enrekang menginisiasi pelatihan trauma dengan mendatangkan Trisnawati seorang psikiater profesional dan sangat berpengalaman. Pesertanya adalah anggota BTB daerah yang tergabung di posko Baznas Sulbar.
Gempa bumi dan semacamnya membuat kehidupan masyarakat mendadak berubah. Hal ini akan berdampak pada psikologis dan akan menimbulkan trauma berat yang berkepanjangan.
Gempa bumi 6,2 Magnitudo di Sulbar beberapa hari lalu, bagi sebagian warga terkena langsung maupun tidak langsung telah membuat perubahan mendadak dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Bagi yang mentalnya tidak kuat menerima perubahan buruk tersebut, akan mengalami trauma. Bahkan mengarah pada ketidaksehatan jiwa.
Sulfhianingsih, Tim BTB Baznas Enrekang mengatakan, untuk menyembuhkan trauma sosial bagi warga terutama anak anak yang terdampak,membutuhkan waktu yang tidak singkat.
“Bahkan kalau pun sembuh, lingkungannya harus mendukung untuk tetap sehat jiwanya kembali. Seperti kondisi rumah yang sudah baik”. Kata Sulfhia.
Dia mengatakan,untuk menghilangkan trauma bagi keluarga korban gempa, salah satu terapi yang bisa dilakukan adalah dengan terapi trauma healing.
Metode terapi ini dengan pelepasan persoalan sejenak, seperti berteriak, bernyanyi, mengunjungi tempat wisata dan kegiatan lainnya, sehingga dapat melupakan persoalan atau trauma, meski sejenak.
Trisnawati trainer profesional yang di datangkan dari Enrekang mengatakan, tak bisa dihindari trauma atas bencana yang terjadi di Sulbar , maka yang bisa dilakukan upaya penanganan paska bencana.
” Saya sangat respon atas inisiasi Baznas tanggap bencana (BTB) membuat pelatihan program penanganan Trauma healing atau psikososial masyarakat dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan para anggota BTB Baznas dalam mengatasi, menghadapi para korban gempa di sulbar”. Ujar
Trisnawati.
” Model penanganan dengan mengadakan kegiatan Trauma Healing oleh Tim BTB Baznas Enrekang memanggil saya untuk berbagi ilmu dan pengalaman”. Tutupnya .
