Melihat begitu banyaknya masalah yang terjadi dirumah sakit terhadap pasien seperti kekurangan biaya bayar dirumah sakit, pasien yang tidak memiliki dokumen seperti KTP, KK, punya KIS tapi tidak aktif, tidak punya BPJS mandiri dan lain sebagainya. pihak Baznas Enrekang berkesimpulan perlu dibentuk kerjasama yang lebih intensif untuk menangani keluhan pasien terutama dari kalangan tidak mampu.
Untuk itu Baznas Enrekang melakukan penjajakan kerjasama dengan Direktur Rumah Sakit Massenrempulu. Baznas menawarkan membuka Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang tugasnya melayani pembayaran zakat dan juga bisa mendistribusikan.
“Ada potensi pengumpulan Zakat, infaq dan sodakah, yaitu kewajiban zakat profesi Dokter, demikian juga infaq terikat dan tidak terikat. Dana yang terkumpul nantinya akan menjadi dana sosial untuk warga miskin dan kekurangan biaya saat berobat. UPZ adalah lembaga unit Baznas di istansi istansi”. Ujar Ketua Bidang Perencanaan, Baharuddin.
Dr. Yusuf Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Massenrempulu menyambut Baik tawaran kerjasama ini. ” Saya berterimakasih, sebaiknya kita awali sosialisasi dulu, saya siap fasilitasi sosialisasinya, setelah itu baru kita bentuk UPZ RS Maspul. Rencana ini bagus sekali. Sudah lama saya menunggu moment seperti ini, Alhamdulillah hari ini bapak bapak hadir”. Katanya.
“Dalam sepekan terakhir sudah 2 orang warga miskin yang diberi bantuan oleh Baznas akibat tidak mampu bayar rumah sakit. Dengan kerjasama ini nantinya tidak ada lagi orang takut kerumah sakit karena tidak ada biaya”.Ujar Ketua Baznas Enrekang, Mursyid Saleh Mallappa.
Baznas Berharap, kedepan pihak RSUD Massenrempulu lebih memperhatikan aspek kemanusiaan daripada mementingkan adminidrasi.
