Untuk yang keduanya kali Badan Amil Zakat Nasional ( Baznas ) Enrekang dalam Tahun 2018 ini, mengirim calon Imam dan Muballiq ke Ma’had Unismuh Makassar. Pimpinan Baznas Enrekang Baharuddin mengatakan, Baznas telah MoU kerjasama Yayasan AMCF.
“Kita tahu sekarang kekurangan Imam Masjid dan regenerasi Da’i khususnya di wilayah Kabupaten Enrekang. Pihak AMCF sejalan dengan program pemerintah Daerah Enrekang,” kata Bahar.
Dia menambahkan selama dua tahun para calon Da’i digembleng bahasa Arab dan selanjutnya penguatan pendidikan dan pendalaman Islam. Selanjutnya dibekali pengkaderan khusus Imam dan Dai.
Dalam menjalin kerjasama dengan pihak AMCF Baznas Enrekang setiap tahun akan mengirim calon imam Dan calon Muballig untuk dilatih selama 2-4 tahun menjadi Imam dan dai professional. Tahun 2018 Baznas mengirim 12 orang untuk dilatih.
“Kami seleksi berdasarkan kebutuhan peta dakwah di wilayah Enrekang. Kami prioritaskan wilayah Maiwa, Cendana dan Enrekang karena didaerah ini terjadi krisis Imam dan Dai profesional,” ungkapnya.
Menurut pihak Yayasan Ma’had Albir, Ustadz Lukman kerjasama keduanya akan terus dimaksimalkan. Saat ini pihaknya membina program Pendidikan bahasa Arab, syariah dan dakwah. Alumni akan mendapatksn ijazah S1 Fakultas Agama Islam.
Mereka adalah juga calon calon guru Tahfids penghafal Alquran, pendidikan Guru Tahfiz. Ini adalah tindak lanjut kerjasama tahun lalu,” kata Lukman.
Memorandum of Understanding (MOU) antara Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang dengan Yayasan AMCF mahad Albir Unismuh Makassar terkait kekuranagan Imam dan Dai. Pimpinan Baznas Enrekang, Dr. Ilham Kadir MA mengatakan animo masyarakat dalam belajar mengkaji dan menghafal Al Quran begitu besar, sayangnya guru tutor yang profesional dan berkualitas itu masih minim.
“Karena itu Baznas ingin mengambil peran strategis di bidang Religius dan Dakwah. Baznas Enrekang adalah instrumen dalam membangun enrekang yang religius dan sejahtera,” pungkas Da’i muda yang saat ini lagi naik daun di Enrekang.
