Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkab Enrekang, Hamsir membuka pelatihan manajemen bencana tingkat dasar.
Pelatihan itu digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Enrekang di Gedung SKB Galonta selama tiga hari, 22-24 Desember 2020.
Hamsir mengapresiasi kepada Baznas Enrekang sebab telah berperan dalam hal pencegahan kebencanaan.
Menurutnya, pelatihan manajemen bencana tingkat dasar ini, sebagai wahana peningkatan kapasitas relawan agar menjadi pribadi tangguh dalam menghadapi problematika kebencanaan.
“Atas nama pemerintah Kabupaten Enrekang mengapresiasi program kerja Baznas Enrekang, dengan adanya pelatihan seperti ini maka akan muncul generasi muda yang memahami ilmu tanggap bencana,” kata Hamsir, Rabu (23/12/2020).
Hamsir menyampaikan, di Enrekang yang alamnya bergunung dan diapit sungai, kerap terjadi bencana.
Sering kali terjadi musibah banjir dan tanah longsor, kadang kewalahan karena tidak cukup personel yang memiliki SDM handal dalam menangani bencana.
“Sehingga dengan adanya pelatihan kebencanaan seperti ini sangat positif untuk menunjang SDM di saat penanganan bencana,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Enrekang, Mursyid S Mallappa berharap agar para peserta serius belajar dan mengikuti semua materi yang disediakan oleh trainer.
“Kepada para peserta agar mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan serius,” katanya.
Pimpinan Baznas lainnya, Ilham Kadir, yang hadir dalam pembukaan manyampaikan bahwa program lembaga BTB, atau Baznas Tanggap Bencana memang sudah lama dijadwal untuk dibentuk di Enrekang.
Namun, baru kali ini pelatihannya sempat dilakukan, sehingga setelah training ini selesai akan segera dibentuk.
“Kita akan buat BTB, yang fokus menangani bencana, nanti kalau terjadi bencana alam akan saling berkoordinasi dengan lembaga lainnya, seperti BPBD, Basarnas, Tagana, dan lainnya,” tuturnya.
Irham Syarhuddin Manajer Pengurangan Risiko Bencana BTB RI menjadi salah satu pemateri, sangat mendukung langkah Baznas Enrekang yang akan membentuk BTB.
“Tentu itu hal yang positif agar Baznas bisa berkolaborasi dalam penanganan kebencanaan,” pungkasnya.

Para peserta yang ikut pelatihan adalah utusan dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) setiap kecamatan. Umumnya, satu kecamatan mengutus dua peserta.
