BAZNAS Enrekang mengadakan Pelatihan dan Pendampingan Usaha Kertas Seni Daur Ulang Dan Handycraft berbahan baku sampah organik dan sampah kertas dengan mengusung tema “Baznas Bersama yayasan kumala membentuk kelompok kreatif yang mandiri”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Loka Bina Karya Dinas Sosial Kabupaten Enrekang yang berlangsung selama dua hari mulai dari tanggal 26-27 September 2018.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pimpinan Baznas Enrekang Ilham Kadir dan Basruddin serta Direktur Eksekutif Yayasan Kumala Dindin Komaruddin.
Pelatihan yang dibuka langsung oleh Pimpinan Baznas Enrekang, Ilham Kadir diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Enrekang.
Dalam sambutannya, Ilham memaparkan berbagai program pemberdayaan yang selama ini telah berjalan dan cukup berhasil.
“Misalnya, kambing yang telah kita bagikan kepada masyarakat, tiap desa 10 ekor. Secara keseluruhan cukup berhasil sebab yang mati 170 ekor tapi yang lahir sekitar 300 ekor, ada lagi pemberdayaan lewat sapi perah di Desa Cendana, saat ini sudah ada tujuh ekor sapi yang bunting bahkan ada yang hampir melahirkan, tentu ini pertanda baik” kata guru fikih di Pesantren Modern Darul Falah Enrekang ini.
“saat ini kami dari Pimpinan Baznas Enrekang bersama dengan jajaran sedang mencari beberapa formula untuk meningkatkan ekonomi kesejahteraan rakyat,” Ilham menambahkan.
Olehnya itu, Ia berharap para mustahik yang ikut dalam program pelatihan usaha seni daur ulang tersebut betul-betul belajar mengelolah berbagai macam sampah organik dan sisa-sisa kertas untuk dibuat aneka handycraft.
“Sebab, hal itu memiliki nilai ekonomis yang mampu mendorong penghasilan mereka untuk mandiri dari sisi ekonomi,” ujar ayah Dua Putri ini.
Dalam kesempatan diadakan itu juga diadakan penandatanganan kerjasama antara pihak Yayasan Kumala dari Jakarta dengan Baznas Enrekang dalam hal pendampingan dan pelatihan.
“Para peserta pelatihan selain dilatih mereka akan didampingi selama dua bulan hingga benar-benar mampu berdikari dan mandiri secara ekonomi,” tuturnya.
