Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Enrekang mendapat kunjungan study banding dari para pimpinan Baznas Tana Toraja di kantornya, Rabu (25/4/2028).
Mereka disambut langsung oleh Pimpinan Baznas Enrekang, Basruddin, Baharuddin, dan Ilham Kadir. Pada kesempatan itu, para pimpinan Baznas Tana Toraja banyak bertanya tentang perangkat hukum yang jadi acuan Baznas Enrekang dalam mengumpulkan zakat, utamanya zakat Aaparatur Sipil Negara.
Selain itu, mereka juga menanyakan mekanisme pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) pada tingkat kecamatan dan desa. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab langsung oleh para pimpinan Baznas Enrekang.
Menurut Ilham Kadir, memang banyak kendala yang dihadapi Baznas Tator, selain karena umat Islam sebagai golongan minoritas di sana. Juga kebijakan pemerintah dalam membantu Baznas belum terlihat.
“Sebenarnya maju dan mundurnya Baznas sangat terkait dengan Bupati setempat, jika Bupati mendukung maka Baznas akan maju, jika tidak maka akan sulit berkembang,” kata Ilham, Rabu (25/4/2018).
Ia mencontohkan, untuk Sulawesi Selatan, setidaknya ada dua daerah yang sangat mendapat dukungan penuh dari pemerintah setempat, Makassar dan Enrekang.
“Wali Kota Makassar menggelontorkan Rp 2 miliar untuk operasional, sedangkan Enrekang dapat Rp 500 juta,” ujar doktor pendidikan Islam ini.
Sehingga, lanjut Ilham, jika Baznas Tator juga mau berkembang maka harus melakukan pendekatan pada bupati. Selain itu, harus rutin membangun komunikasi dengan Baznas Pusat.
“Bisa dalam bentuk kerja sama program antara Baznas Tator dan Baznas Pusat, sebab di pusat itu dana triliunan, namun hanya dapat dikucurkan di daerah jika mampu meyakinkan mereka, seperti program sapi perah di Cendana Enrekang yang mendapat bantuan ratusan juta rupiah dari Baznas Pusat,” tuturnya.
