Bidang Partisipasi Pembagunan Daerah (PPD) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Enrekang menggelar dialog interaktif di Warkop Talaga, Kelurahan Juppandang, Kecamatan Enrekang.
Dialog interaktif dengan tema optimalisasi pengelolan dana zakat dalam pengetasan kemiskinan di Kabupaten Enrekang itu, menghadirkan beberapa narasumber.
Seperti Perwakilan dari Pemda (Bappeda Litbang), M.Aris Yasin, Legislator Golkar, Ismail Djafar, Pimpinan Baznas, dr Ilham Kadir dan perwakilan dari MUI, Yusrifai.
Dialog diikuti beberapa perwakilan organisasi seperti SAPMA PP, IMM, Pemuda Muhammadiyah dan beberapa lembaga kepemudaan di Kabupaten Enrekang.
Ketua Bidang PPD HMI Enrekang, Fitrawan, mengatakan diadakannya dialog itu agar dana zakat yang dikumpul dari masyarakat Enrekang bisa tepat sasaran.
Khususnya, dana zakar dari ASN, para pengusaha dan lainnya bisa dievaluasi dan dipahami bentuk pengelolaannya.
Fitrawan menjelaskan, Baznas salah satu lembaga yang mengelola dana publik dan otoritas dalam pengetasan kemiskinan di Enrekang.
Sehingga perlu ada transparansi dalam pengelolaannya terkait sejauh mana capaiannya dan dikemanakan anggarannya.
Apalagi, angka kemiskinan di Kabupaten Enrekang masih tinggi dibanding dengan beberapa kabupaten lain di Sulsel.
“Sehingga dengan adanya Baznas sebagai lembaga yang mempunyai otoritas besar itu diharapkan bisa menekan dan menurunkan angka kemiskinan di Enrekang,” ujarnya.
