Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Enrekang menerima kunjungan resmi dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, di Ruang Tamu Kantor Baznas, Jl. Jend. Sudirman. No. 8. Enrekang, (26/7/2022).
Rombongan terdiri dari Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Muhammad Kamal Zubaer, didampingi oleh Dr. Damirah, M.M., Wakil Dekan 2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam; Rusnaena, M.Ag., Ketua Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf; dan Dr. Mus Mulyadi, M.M., Kepala Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat.
Rombongan diterima oleh Pimpinan Baznas Enrekang, masing-masing, Dr. Ilham Kadir, Drs.H. Kamaruddin, Baharuddin, dan Ketua Baznas drh. Junwar. Pertemuan berlangsung santai tapi serius serta penuh kekakraban.
“Maksud kami berkunjung ke Baznas Enrekang adalah sebagai langkah awal penjajakan kerjasama sekaligus membawa informasi bahwa saat ini, IAIN Parepare sudah membuka Program Studi Zakat Wakaf,’ kata Wakil Rektor IAIN Parepare, Muhammad Kamal.
Ia berharap agar ke depan, IAIN khususnya Prodi Zakat-Wakaf terjalin kerjasama yang baik, utamanya dilam sistem pembekalan kemampuan tata kelola zakat untuk para calon sarjana prodi zakat-wakaf.
“Jadi ke depan, tidak bisa selesai sebelum menyelesaikan pengabdian di lembaga zakat seperi ini, minimal 6 bulan, sehingga kelak ketika selesai kuliah, sudah langsung siap pakai, terutama di lembaga zakat atau wakaf, bukan saja di Baznas tapi para pegiat filantropi.” Imbuhnya.
Sementara itu, Dr.Ilham Kadir, sebagai praktisi zakat memberikan pandangan bahwa mengelola zakat saat ini sudah harus profesional, karena itu harus punya sertifikasi amil.
“Tapi tidak cukup hanya sertifikasi, kalau mau benar-benar profesional harus memang menguasai ilmu fikih, undang-undang, dan managemen zakat,” imbuhnya.
Anggota Ahli Ekonomi Islam Indonesia ini menambahkan bahwa ke depan, Baznas sudah harus dikelola oleh orang-orang yang profesional dan punya ilmu mumpuni, khususnya alumni Prodi Zakat-Wakaf.
“Kami sambut baik penjajakan kerjasama ini, nanti kita akan permantap, sehingga masing-masing pihak diuntungkan. Mahasiswa dapat teori dan praktik, kampus berjasa mencetak lulusan yang berguna bagi generasi, dan Baznas kian profesional mengelola zakat, infak, dan sedekah,” terangnya.
Sementara itu, Baharuddin menjelaskan bahwa kerja-kerja penelitian dan pengabdian di tengah masyarakat adalah di antara tugas pokok para civitas akademika di kampus mana pun, apalagi IAIN Parepare yang memang semangat awalnya adalah menyediakan para tenaga ahli keagamaan yang benar-benar ahli, tutup Pimpinan Baznas Enrekang Bagian Pengumpulan itu.
