Selama sepekan terakhir Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Enrekang terus bergerilya memberikan bantuan kepada para golongan fakir atau mustahik.
Total mereka menyalurkan bantuan senilai Rp 710,55 juta kepada 1709 orang mustahik yang tersebar di 12 Kecamatan yang ada di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.
Bantuan tersebut terdiri dari Santunan Langsung Tunai (SLT) sebesar Rp 577,35 juta untuk 1283 orang golongan fakir. Kemudian Rp 27,5 juta untuk 275 anak yatim piatu serta Rp 105,7 juta untuk 151 Muallaf.
Dalam penyerahan bantuan itu, para Pimpinan dan staf Baznas Enrekang berbagi tugas mendampingi pendistribusian di tiap kecamatan.
Menurut Pimpinan Baznas Enrekang, Baharuddin, bantuan SLT yang diberikan kepada golongan fakir merupakan paket tunai Rp 450 ribu per orang seperti jompo, cacat, dan sakit menahun.
Golongan Fakir adalah orang yang sama sekali tidak punya penghasilan dan hidupnya menunggu belas kasih orang lain alias tidak produktif lagi.
Tipe orang seperti ini, banyak dijumpai di tengah masyarakat Enrekang, terdiri dari orang tua jompo, cacat permanen, dan sakit menahun.
“Kami jamin data calon penerima adalah benar-benar layak menerima bantuan sesuai standar yang di sepakati, karena validasi data melibatkan masyarakat,” kata Baharuddin, Minggu (10/6/2018).
Ia menjelaskan, jika ada data yang ditemukan tidak valid, maka pihaknya akan pending bantuannya.
“Kami pastikan tidak ada unsur politik dan tendensi lain kecuali ingin menolong sesama yang membutuhkan. Apalagi kami ini Amil zakat, dipertanggungjawabkan dunia akhirat,” ujar Mahasiswa semester Akhir Pascasarjana Unismuh makassar ini.
Ia pun berharap, bantuan yang diberikan ini meringankan beban belanja dibulan suci Ramadan dan Idulfitri bagi para penerimanya.
Teknis pemberian bantuan dengan menghadirkan para penerima terdekat di ibukota kecamatan.
Selebihnya mendatangi langsung rumah-rumah mustahik di daerah pelosok, oleh tim Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan dan desa Se-Kabupaten Enrekang.

