Pada Januari 2019 ini, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Enrekang menyalurkan bantuan kepada seorang mustahik atau penerima manfaat zakat, Muhammad Alfin Saputra (4,5), yang sedang terbaring di Rumah Sakit Massenrempulu Enrekang.
Putra dari pasangan Minre (26) dan Ratna (24), yang berasal dari Dusun Karangan, Desa Latimojong, Kecamatan Buntu Batu, Kabupaten Enrekang. Mereka tinggal di kaki Gunung Latimojong, salah satu gunung tertinggi di Sulwesi Selatan. Bahkan kakek dari Saputra, Ambe Simen adalah juru kunci Gunung Latimojong.
Saputra yang terserang penyakit DBD itu kulitnya melepuh, terutama bagian dada dan punggungnya.
“Kulitnya melepuh. Dokter juga belum memastikan apa penyebabnya. Hanya saja waktu diperiksa minggu lalu, katanya terkena gejala DBD,” kata Ratna.
Menurutnya, pihak rumah sakit telah memintanya agar Saputra dirujuk ke rumah sakit di Kota Makassar, karena dokter di rumah sakit tersebut mengaku tidak mampu menangani anaknya.
“Kami diminta supaya putra kami agar dibawa saja ke rumah sakit yang ada di Makassar, tapi kami tidak punya biaya, makanya belum sempat ke Makassar, ternyata sakitnya semakin parah,” tambah Ratna.
Sang ayah, Minre, sudah datang ke Baznas membawa proposal permohonan bantuan. Berdasarkan permohonan bantuan dana itu, maka Baznas Enrekang langsung bergerak cepat menyalurkan bantuan.
“Ini bantuan pertama yang kita salurkan tahun 2019. Kita berharap agar Alfin Saputra yang terbaring sakit segera diangkat penyakitnya, walaupun kita tetap harus punya usaha untuk sembuh melalui obat yang dianjurkan dokter, karena itu kita salurkan bantuan,” kata DR Ilham Kadir, salah seorang unsur pimpinan Baznas Enrekang, di ruang inap perawatan anak RS Massenrempulu, Jumat (4/1/2019).
