Dosen dan peneliti Unhas menjadi pemateri dalam acara sarasehan untuk mencari pola pemberdayaan bagi petani dan peternak di Enrekang.
Peserta yang hadir terdiri dari Dinas Peternakan, Dinas Sosial, dan Para Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Enrekang. Acara ini berlangsung di Aula Kemenag, Jl. Sultan Hasanuddin, No. 141, Enrekang.
Acara ini dilaksanakan oleh Baznas Enrekang bekerja sama dengan lembaga kajian Lingkar Indonesia, sebuah lembaga yang fokus pada pemberdayaan dalam bidang peternakan dan pertanian untuk masyarakat luas.
Fokus garapannya adalah pemanfaatan teknologi pertanian dan peternakan. Lembaga ini berpusat di Makassar.
Menurut Marhamah Nadiah, skala garapan lembaganya mirip dengan penyuluhan, hanya saja, penyuluhan pertanian dan peternakan dari pihak pemerintah selama ini terasa belum maksimal.
“Banyak faktor yang menjadikan penyuluh tidak bekerja maksimal, seperti, keterbatasan SDM, kekurangan dana, dan faktor poliitk”, ujar Marhamah Nadiah.
Karena itu, keberadaan kami pada intinya adalah memperkenalkan teknologi sederhana untuk memberdayakan para petani dan peternak.
Antara lain adalah, mengolah sampah dari daun-daun kopi menjadi pakan ternak. Mengolah sampah-sampah jagung jadi pupuk, dan berbagai macam bentuk edukasi terhadap masyarakat luas untuk bisa lebih berdaya.
Marhamah yang kini sedang menempuh pendidikan doktor di Universitas Miazaki Jepang itu berharap agar ke depan, kampus, masyarakat, dan pemerintah dapat bersinergi untuk memberdayakan para petani dan peternak, khususnya di Enrekang yang potensi sumber daya alamnya sangat luar biasa.
“Sayang kalau potensi alamnya tidak dimanfaatkan dengan maksimal, petani harus diajak untuk menggunakan teknologi pertanian supaya hasilnya bisa lebih maksimal,” ujar Dosen Fakultas Peternakan Unhas ini.
Ia juga mengharapkan agar bisa bersinergi dengan Baznas Enrekang untuk memberdayakan masyarakat golongan fakir miskin.
“Karena Baznas memiliki program pemberdayaan golongan fakir miskin, maka kami menawarkan pola pemberdayaan yang sesuai kebutuhan, ” tambah Marhamah.(Baznas Enrekang,16/12/16)
