Hana merupakan salah satu penerima bantuan modal usaha berupa pembelian mesin cuci pakaian. Hana sebelumnya adalah karyawan di usaha laundry tetangganya, dengan modal pengalaman kerja loundry, 5 bulan lalu, maka coba mandiri dengan usaha sendiri.
“Saat itu Saya dengar Baznas Enrekang menyediakan modal usaha bagi yang siap berusaha sendiri. Saya pun mengajukan permohonan ke Baznas Enrekang, Alhamdulillah di respon baik dan saya di belikan mesin cuci merek Sony senilai 5 juta,” kenang Hana.
“Selama 5 bulan lalu tepatnya bulan Agustus 2018, Alhamdulillah sekarang saya sudah menambah mesin saya menjadi 2 unit, order makin banyak dan bervariasi. Rata rata tiap hari 25-30 kg dengan 8.000 / kg, Alhamdulillah,” ungkap janda 5 anak ini.
Pimpinan Baznas Enrekang, Baharuddin mengatakan, pihanya sudah banyak membantu modal usaha dan berhasil. Dan prioritas memang yang berbasis keterampilan berupa pembelian alat produksi dan peralatan usaha lainnya. Prospek bagus, resiko kecil, mudah di kontrol permodalan.
“Tidak mudah membina, mereka banyak miskin karena soal pola fikir. Ada contoh kasus di Baba, cendana, bayangkan saja kita kasih modal sapi perah yang nilainya 20 jutaan/ekor tapi yang terjadi adalah tidak adanya rasa tanggungjawab dan pola fikir yang salah. Sehingga bantuan yang diberikan bukan memberi nilai tambah bagi diri dan keluarga. Justru jadi beban. Karena itu pemberian bantuan modal usaha, kami sangat hati-hati, study kelayakan, usaha harus jelas prospeknya paling bisa menambah penghasilan, Mustahik bahkan bisa merubah menjadi Muzakki,” tegas Baharuddin.
