Miris, beginilah kondisi rumah milik Matta, lelaki 70 tahun yang tinggal bersama anggota keluarganya di Dusun Batuapi, Desa Mangkawani, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang.
Rumah tersebut hanya berdinding tenda berwarna coklat, dengan bangunan rumah panggung nyaris roboh. Kondisi rumah Matta, viral di media sosial, yang diposting oleh Bakri Said, Kepala Desa Mangkawani. Dalam postingannya, dirinya menuliskan kutipan yang meminta perhatian pemerintahan.
“Kondisi rumahnya, memang seperti itu yang saya posting. Selama ini mereka hanya mendapat bantuan dari uluran tangan warga. Karna mereka tidak tercatat dalam data keluarga yang berhak mendapat bantuan Pemerintah,” kata Bakri Said.
Matta yang kondisi kesehatannya mulai terganggu, hingga kini belum terdata dalam keluarga miskin. Hal ini dikarenakan Matta baru tiga bulan kembali dari perantauan. Rumah yang mereka tempati dulu telah roboh, hingga warga saling bahu membahu membangun rumah untuk ditempati sementara.
“Mereka asli Mangkawani, cuma agak lama mereka tinggalkan kampung kalau tidak salah ke Polewali. Waktu mereka kembali, rumahnya sudah roboh, inisiatif warga gotong royong bangunkan rumah seadanya,” jelansya.
Bakri Said juga tidak tahu menahu, bagaimana cara melaporkan ke Baznas Enrekang yang selama ini aktif dalam menyalurkan bantuan bedah rumah atau modal usaha ke keluarga miskin. Di konfirmasi ke Baznas Enrekang, Ilham Kadir selaku pimpinan menyatakan tidak tahu menahu perihal keluarga miskin yang ada di Mangkawani.
“Kami tidak tahu itu, tapi jika benar Unit Pengumpul Zakat sebagai perpanjangan tangan kami di tingkat kecamatan akan memantau dulu. Mensurvei, jika layak segera mungkin akan bantu,” ungkap Ilham Kadir.
Ilham Kadir juga meminta peran aktif pemerintah desa atau masyarakat untuk lebih peka dalam melaporkan ke Baznas, jika ada warga yang layak untuk diberi bantuan dari dana yang bersumber dari pengumpulan zakat PNS lingkup Pemkab Enrekang.
