Empat Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional ( Baznas) Kabupaten Enrekang ikut dalam pelatihan yang diselengarakan oleh Baznas Pusat.
Baharuddin ,salah satu Pimpinan Baznas Enrekang pelatihan tersebut mendorong peningkatan kompetensi Amil agar mampu mengelola zakat dengan amanah, profesional dan tangguh.
“Baznas mengadakan pelatihan bertujuan meningkatkan kapasitas amil bagi seluruh Pimpinan BAZNAS secara bertahap. Kesempatan ini kami manfaatkan. (Baznas) Kab. Enrekang, akan terus mengikuti program BAZNAS pusat tersebut,”. kata Bahar.
Baharuddin mengatakan, Baznas Enrekang akan selalu mengupayakan agar seluruh pengumpulan dan pendistribusian yang disalurkan kepada Asnaf zakat dapat dipertanggungjawabkan, transparan, merata dan akuntabel di mata masyarakat.
Karena itu Lembaga pendidikan dan dilklat (LEMDIKLAT) BAZNAS RI dan Sertifikasi Profesi (LSF) Baznas, sangat urgen keberadaan nya. Kegiatan ini bersifat sangat substansi dan prioritas di ikuti bagi pimpinan BAZNAS dan staf pelaksana. Pelatihannya di kelompokkan pada 2 kategori yaitu skema pimpinan dan skema pelaksana.
” Tapi untuk Enrekang, kami Pimpinan dulu, Insyaallah Staf akan di maksimalkan ikut. Pelatihannya sudah angkatan ke 7, Pesertanya terbatas, hanya 37 orang, kami 4 orang pimpinan BAZNAS ikut dari Enrekang”. Ujar Baharuddin.
Menurutnya tugas di BAZNAS terlalu berat saat ini, karena harus menjembatani antara sikaya yabg disebut Muzakki dengan si miskin atau Mustahik.
Ia mengatakan mengangkat Mustahik menjadi Muzakki ini yang berat sekali, karena itu dibutuhkan kompetensi SDM sesuai kebutuhan Organisasi Baznas itu sendiri.
” Pokoknya kita komitmen di Enrekang, betul betul ingin memberdayakan para Mustahik dengan bekal ilmu dalam
meningkatkan kesejahteraan dan meningkatkan kehidupan supaya dapat menjadi Muzakki, melalui pengelolaan zakat yang benar banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menolong sesama”. Ujarnya.
Disamping itu Tugas Baznas bersama Pemerintah Daerah adalah penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Enrekang.
“Kami optimis, pelatihan Amil Zakat akan meningkatkan kompetensi pengelolaan zakat di Enrekang. Seperti diketahui, potensi zakat di Enrekang sangat besar bisa mencapai 20 milyar pertahun, Sehingga pelatihan ini sangat urgen, mengelola zakat yang besar butuh kompetensi SDM Amil yang mumpuni”. Pungkas Dosen STKIP Muhammadiyah Enrekang ini.
Ia tambahkan, lembaga zakat harus profesional dan kredibel dalam penghimpunan dan pengelolaan dana zakat, dan Pelatihan ini dilakukan untuk memastikan agar amil zakat memiliki standar yang sama dalam bekerja.
Pelatihan amil zakat bertujuan agar pekerjaan yang dilakukan Amil bisa dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel. Serta mempunyai pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja sesuai dengan standar kompetensi kerja yang telah dipersyaratkan.
